Minggu , November 18 2018
Home / PERATURAN AKADEMIK

PERATURAN AKADEMIK

BAB I

PENGERTIAN UMUM

Pasal 1

 

Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :

  1. Akademi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam salah satu atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni tertentu.
  2. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan pada Akademi yang diangkat oleh pengurus Yayasan dengan usulan dari Akademi Farmasi Prayoga dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni kepada mahasiswa melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dosen dapat merupakan dosen tetap, dosen luar biasa dan dosen tamu
  3. Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditugaskan dan ditunjuk dengan Surat Keputusan Direktur untuk membimbing mahasiswa selama masa studi yang bersangkutan.
  4. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada akademi.
  5. Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pada akademi.
  6. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  7. Sistem kredit semester adalah suatu sistim penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program.
  8. Sistem kredit semester selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadual per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
  9. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadual lainnya, termasuk 1 sampai 2 minggu kegiatan penilaian.

10.  Indeks Prestasi (IP) adalah kemajuan belajar mahasiswa pada satu semester tertentu yang diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil perkalian kredit mata kuliah yang diambil dengan angka mutu (bobot nilai) masing-masing mata kuliah tersebut dan kemudian dibagi dengan jumlah semua kredit yang diambil pada semester tersebut atau dirumuskan sebagai berikut :

 

K   : nilai kredit (sks) mata kuliah yang diambil

N   : angka mutu (bobot nilai) masing-masing mata kuliah

11. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah kumulatif dari indeks prestasi (IP) mulai semester I  sampai semester terakhir untuk semua mata kuliah yang diambil.

12. Berhenti Studi Sementara (BSS) adalah mengundurkan diri secara resmi dari  kegiatan akademik kegiatan akademik pada semester  tertentu disesuaikan dengan  ketentuan yang berlaku.

13.Transkrip akademik adalah daftar yang memuat nilai hasil belajar semua mata kuliah yang ditempuh mahasiswa selama mengikuti pendidikan.

14. Kalender Akademik adalah jadual kegiatan akademik tahunan.

15. Kartu Rencana Studi (KRS) adalah lembaran yang memuat rencana Mata Kuliah yang diambil oleh mahasiswa pada semester berjalan

16. Kartu Hasil Studi adalah lembaran yang memuat nilai hasil belajar semua Mata Kuliah yang telah ditempuh mahasiswa selama semester berjalan.

 

 

BAB II

SISTIM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Bagian kesatu

SISTEM KREDIT SEMESTER

 

Pasal 2

Tujuan umum dan tujuan khusus

 

  1. Tujuan umum pendidikan yang berlandaskan sistem SKS adalah untuk memungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan luwes sehingga memberi kesempatan yang luas kepada mahasiswa untuk memilih suatu jalur studi yang akan membantu mahasiswa kearah suatu bidang tertentu sesuai dengan minat dan tuntutan pembangunan bangsa dan Negara.
  2. Tujuan khusus adalah pendidikan yang berlandaskan sistim SKS adalah :
    1. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih cepat.
    2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya pada saat semester dilaksanakan.
    3. Mempermudah penyusunan kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang dengan pesat.
    4. Memberikan kemungkinan agar sistim evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan  dengan sebaik-baiknya.

 

Pasal 3

Ciri-ciri dasar

 

  1. Dalam sistem kredit semester setiap mata kuliah diberi bobot dan dinamakan nilai kredit semester.
    1. Banyaknya nilai kredit untuk setiap mata kuliah tidak selalu sama.
  2. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas dasar besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan maupun tugas-tugas lainnya.

 

Pasal 4

Alokasi waktu

 

  1. Setiap mata kuliah dalam sistim kredit semester diselesaikan dalam kurun waktu satu semester.
  2. Satu jam perkuliahan untuk setiap mata kuliah adalah sama dengan 50 menit.

 

 

Bagian kedua

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Pasal 5

 

  1. Proses belajar mengajar diselenggarakan oleh akademi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Penyiapan perangkat lunak dan perangkat keras dari penyelenggaraan perkuliahan dan praktikum di laboratorium dilakukan oleh unit pelaksana pendidikan yang ditugaskan untuk itu.

 

BAB III

ADMINISTRASI AKADEMIK

Pasal 6

Kalender akademik

 

  1. Kalender akademik diterbitkan pada setiap awal semester tahun akademik.
  2. Di dalam kalender akademik tercantum informasi kegiatan akademik, administrasi beserta jadual pendidikan dan pengajaran.

 

Pasal 7

Mahasiswa

 

  1. Mahasiswa terdiri atas mahasiswa baru dan mahasiswa lama.
  2. Mahasiswa baru adalah calon mahasiswa yang lulus ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru pada setiap awal tahun akademik atau semester yang ditetapkan.
  3. Mahasiswa lama adalah mahasiswa yang telah mengikuti kuliah lebih dari 2 (dua) semester.

 

Pasal 8

Pendaftaran mahasiswa

 

  1. Calon mahasiswa sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (2), harus mendaftarkan diri dengan melengkapi semua persyaratan dan melunasi semua pembayaran yang telah ditentukan dalam waktu yang telah ditetapkan.
  2. Mahasiswa lama sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (3), harus mendaftarkan diri setiap awal semester setelah membayar uang kuliah untuk semester yang akan diikuti dalam waktu yang telah ditetapkan.
  3. Mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, dinyatakan mengundurkan diri pada semester yang bersangkutan.
  4. Syarat-syarat administratif dan prosedur pendaftaran seperti dimaksud ayat (1) dan (2) pasal ini, ditetapkan tersendiri.
  5. Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri berhak menggunakan fasilitas akademik yang tersedia sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Pasal 9

Pengisian Kartu Rencana Studi Mahasiswa

 

  1. Sebelum mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) untuk semester bersangkutan.
  2. KRS dapat diambil pada tata usaha setelah melunasi uang kuliah semester bersangkutan.
  3. Untuk mengisi KRS, mahasiswa harus berkonsultasi dengan Penasehat Akademik (PA) yang dilaksanakan sesuai jadual yang ditetapkan.
  4. Beban studi untuk mahasiswa semester pertama dan kedua ditetapkan dalam bentuk paket.

 

Pasal 10

Berhenti Studi Sementara

 

  1. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan Berhenti Studi Sementara (BSS) kepada Direktur jika memang dibutuhkan.
  2. Surat permohonan BSS dapat diajukan oleh mahasiswa setelah tahun kedua dan harus mendapat rekomendasi dari penasehat akademik.
  3. Mahasiswa yang BSS dikenai biaya administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk BSS akan ditetapkan dengan surat keputusan Direktur.
  5. Selama dalam masa BSS, mahasiswa tidak dibenarkan mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
  6. Mahasiswa diperkenankan  BSS dalam waktu 2 (dua) semester selama masa studi.
  7. Mahasiswa yang BSS selama lebih dari 2 semester tidak diperbolehkan aktif kuliah kembali.
  8. Jangka waktu BSS tidak diperhitungkan sebagai masa studi efektif mahasiswa.
  9. Mahasiswa yang BSS dapat aktif kuliah kembali setelah membuat surat permohonan untuk aktif kuliah kembali dan mendapat persetujuan tertulis dari Direktur.

 

Pasal 11

Aktif kuliah kembali

 

  1. Mahasiswa yang berstatus BSS dapat aktif kuliah kembali pada semester berikutnya dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur sesudah berkonsultasi dan diketahui oleh PA.
  2. Syarat-syarat administratif permohonan aktif kembali seperti dimaksud ayat (1) pasal ini, ditentukan tersendiri.
  3. Mahasiswa dapat aktif kuliah kembali sesudah mendapat balasan persetujuan tertulis dari Direktur.

 

Pasal 12

Pengunduran Diri Mahasiswa

 

  1. Mahasiswa diperkenankan mengundurkan diri dari kegiatan akademik pada semester tertentu, apabila mahasiswa yang bersangkutan belum pernah mengikuti kegiatan akademik pada semester tersebut.
  2. Mengundurkan diri dari kegiatan akademik sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini harus diketahui oleh Penasehat Akademik dan Direktur.
  3. Pelaksanaan pengunduran diri sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini hanya dapat dilakukan dalam selang waktu maksimal 3 (tiga) minggu setelah perkuliahan dimulai.
  4. Mahasiswa yang mengundurkan diri sebagai mahasiswa Akademi Farmasi Prayoga harus mengajukan surat permohonan kepada Direktur.
  5. Syarat-syarat administratif dari permohonan pengunduran diri sebagaimana yang dimaksud ayat (1) pasal ini ditentukan tersendiri.

 

Pasal 13

Mahasiswa Warga Negara Asing

 

  1. Persyaratan bagi warga negara asing untuk menjadi mahasiswa pada Akademi Farmasi Prayoga adalah sebagai berikut :

a.   memenuhi persyaratan akademik untuk mengikuti pendidikan di Akademi Farmasi Prayoga

b.   memiliki sumber biaya untuk menjamin kelangsungan pendidikan di Akademi Farmasi Prayoga

c.   Surat keterangan kesehatan dan tidak terindikasi pemakai narkotika dan bahan-bahan berbahaya (narkoba) dari dokter yang ditunjuk oleh Akademi Farmasi Prayoga.

d.   Memenuhi peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di Akademi Farmasi Prayoga.

2.   Prosedur bagi warga Negara asing untuk menjadi mahasiswa di Akademi Farmasi Prayoga  meliputi :

a.   Membuat permohonan secara tertulis kepada Direktur Akademi Farmasi Prayoga dengan melampirkan persyaratan yang diperlukan.

b.   Mengurus visa pelajar ke kedutaan besar/perwakilan Negara Republik Indonesia melalui atase pendidikan dan kebudayaan di tempat asal yang bersangkutan dengan memperlihatkan surat keterangan atau pernyataan penerimaan dari Akademi Farmasi Prayoga.

 

Pasal 14

Kartu Hasil Studi

 

Mahasiswa yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan perkuliahan dan telah mengikuti ujian akhir semester, akan diberikan Kartu Hasil Studi (KHS).

 

Pasal 15

Wisuda

 

  1. Mahasiswa yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan perkuliahan dan menyelesaikan beban studi yang telah ditetapkan, akan dilantik oleh Direktur Akademi Farmasi Prayoga sebagai lulusan Akademi Farmasi Prayoga dalam suatu acara wisuda.
  2. Pelaksanaan dan persyaratan wisuda sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini diatur tersendiri.

 

BAB IV

KURIKULUM, MATA KULIAH, RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)  DAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

 

Bagian Kesatu

Kurikulum

Pasal 16

 

  1. Kurikulum setiap program studi merupakan rambu-rambu untuk menjamin mutu dan kompetensi sesuai dengan program studi yang ditempuh.
  2. Kurikulum setiap program studi terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusional yang memenuhi unsur-unsur kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lain yang bersifat khusus dan terkait dengan kompetensi utama.
  3. Elemen-elemen kompetensi kurikulum program studi terdiri atas :
    1. Landasan kepribadian
    2. Penguasaan ilmu dan ketrampilan
    3. Kemampuan berkarya
    4. Sikap dan prilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai
    5. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
  4. Kurikulum inti suatu program studi bersifat :
    1. Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan
    2. Acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi
    3. Berlaku secara nasional dan internasional
    4. Lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa mendatang.
    5. Kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan.
  5. Kurikulum institusional adalah sejumlah bahan kajian dan mata kuliah yang ditetapkan oleh masing-masing program studi dengan memperhatikan keadaan kebutuhan lingkungan serta ciri khas dari institusi dan dikelola di bawah pengawasan Pembantu direktur bagian akademik.

 

Pasal 17

 

  1. Kurikulum yang dirancang dan disusun ditetapkan dengan surat keputusan Direktur.
  2. Kurikulum dibuat dan dirancang oleh akademi satu kali dalam lima tahun.
  3. Kurikulum dapat dievaluasi satu kali dalam setahun dan dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan-perubahan dan perkembangan yang terjadi.

 

Bagian kedua

Mata kuliah

Pasal 18

 

  1. Pengelompokkan mata kuliah adalah sebagai berikut :
  2. Matakuliah pengembangan kepribadian (MPK)
  3. Matakuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK)
  4. Matakuliah keahlian berkarya (MKB)
  5. Matakuliah prilaku berkarya (MPB)
  6. Matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)
  7. Matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  8. Matakuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.
  9. Matakuliah keahlian berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dalam berkarya berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
  10. Matakuliah prilaku berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
  11. Matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

 

Bagian ketiga

RPKPS dan SAP

Pasal 19

 

  1. RPKPS dan SAP merupakan penjabaran dari tujuan dan deskripsi setiap matakuliah.
  2. RPKPS dan SAP merupakan bagian tidak terpisahkan dari kurikulum dan disusun oleh dosen atau kelompok dosen dalam program studi bersangkutan.
  3. RPKPS dan SAP dapat diperbaiki dan diubah dalam satu tahun tergantung dari tuntutan dan perkembangan program studi.
  4. Sebelum perkuliahan dimulai, RPKPS harus diserahkan atau disampaikan kepada mahasiswa.

 

BAB V

PROSES BELAJAR MENGAJAR

Pasal 20

Beban dan masa studi

 

Beban studi program diploma tiga (DIII) sekurang-kurangnya 108 sks. Masa studi dijadualkan untuk 6 semester  dan dapat ditempuh paling lama 10 Semester.

 

Pasal 21

Semester

 

  1. Pada dasarnya satu tahun akademik terdiri atas dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap, namun apabila diperlukan dapat diadakan Semester Perbaikan (SP).
  2. Satu semester terdiri atas 16 (enam belas) minggu perkuliahan, termasuk satu minggu ujian tengah semester dan satu minggu untuk ujian akhir semester.

 

Pasal 22

Beban Studi per Semester

 

  1. Pada setiap semester ditawarkan sejumlah matakuliah dan atau praktikum.
  2. Beban studi seorang mahasiswa untuk tiap semester berdasarkan mata kuliah yang diberikan pada tiap semester dan dengan mempedomani evaluasi hasil studi mahasiswa tersebut tiap semester dari penasehat akademik

 

Pasal 23

Penasehat Akademik

 

  1. Untuk membantu kelancaran studi mahasiswa ditunjuk dosen sebagai penasehat akademik.
  2. Tugas dan wewenang penasehat akademik adalah :
    1. Memberi bimbingan dan nasehat kepada mahasiswa tentang cara-cara yang baik dalam menyelesaikan studi.
    2. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana sudinya.
    3. Menyediakan waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan mahasiswa di kampus, minimal tiga kali dalam satu semester.
    4. Mengikuti perkembangan dan kemajuan mahasiswa bimbingannya, serta melakukan koordinasi dengan orang tua atau wali mahasiswa jika dianggap perlu.
    5. Membantu pemecahan masalah mahasiswa yang dibimbingnya.
    6. Melaporkan segala sesuatu yang dianggap perlu sehubungan dengan mahasiswa kepada Pembantu Direktur bidang akademik.

 

 

Pasal 24

Perubahan, Penambahan dan Pembatalan Matakuliah

 

  1. Mahasiswa diperkenankan merubah, menambah atau membatalkan matakuliah yang diambilnya berdasarkan persetujuan pembantu direktur bidang akademik atas usul penasehat akademik.
  2. Pelaksanaan perubahan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu maksimal 4 (empat) minggu sesudah perkuliahan dimulai.

 

Pasal 25

Pengulangan Matakuliah

 

  1. Mahasiswa yang memperoleh nilai D dan E harus melakukan perbaikan nilai dengan mengulang matakuliah tersebut selama batas studi yang diperkenankan belum terlampaui.
  2. Nilai yang diakui untuk matakuliah yang mengulang tersebut adalah nilai tertinggi.

 

Pasal 26

Karya Tulis Ilmiah

 

Untuk menyelesaikan pendidikan pada akademi seorang mahasiswa wajib membuat Karya Tulis Ilmiah.

 

Pasal 27

Pembimbing Karya Tulis Ilmiah

 

  1. Dalam pembuatan karya tulis ilmiah, mahasiswa dibimbing oleh seorang dosen pembimbing.
  2. Dosen pembimbing sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini bertugas untuk membimbing mahasiswa dalam penyelesaian karya tulis ilmiah dan sekaligus menjadi dosen penguji mahasiswa yang dibimbingnya.

 

Pasal 28

Dosen Penanggungjawab Matakuliah

 

  1. Dosen Penanggungjawab matakuliah adalah dosen yang memiliki keahlian pada bidang matakuliah yang dibinanya.
  2. Dosen Penanggungjawab matakuliah sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini memiliki jabatan fungsional serendah-rendahnya Asisten Ahli.

 

 

BAB VI

SISTEM EVALUASI

 

Pasal 29

Kemajuan Hasil Belajar

 

  1. Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan hasil belajar seorang mahasiswa diadakan evaluasi secara teratur
  2. Penilaian terhadap tingkat kemampuan mahasiswa memahami suatu matakuliah  dilaksanakan sepanjang semester dengan berbagai metoda dan cara.
  3. Untuk lebih mengungkapkan kemampuan ilmiah dan pendalaman materi disamping untuk mencapai evaluasi yang lebih objektif, kepada mahasiswa dapat dibebankan tugas-tugas akademik seperti :
    1. Tugas individu berupa tugas terstruktur atau tugas mandiri
    2. Tugas kelompok
    3. Membuat laporan Praktek Kerja Lapangan
    4. Menyusun atau membuat makalah
    5. Kuis
    6. Bentuk-bentuk tugas lainnya.

 

Pasal 30

Ujian

 

  1. Ujian terdiri dari ujian matakuliah dan ujian akhir program
  2. Dalam satu semester ujian matakuliah, paling sedikit diadakan dua kali yaitu :
    1. Ujian tengah semester
  3. Ujian akhir semester

 

Pasal 31

 

  1. Ujian tengah semester dilaksanakan secara mandiri oleh dosen Penanggungjawab masing-masing bidang studi sesuai dengan kalender akademik.
  2. Ujian akhir semester dilaksanakan secara terkoordinir sesuai dengan kalender akademik.
  3. Ketentuan lebih lanjut tentang tata tertib ujian diatur tersendiri.

 

Pasal 32

 

  1. Ujian tengah semester dari suatu matakuliah hanya dapat dilaksanakan bila materi perkuliahan dari suatu matakuliah tersebut sudah mencapai minimal 40% dari materi perkuliahan normal yang diharuskan atau telah melaksanakan perkuliahan minimal 7 kali tatap muka.
  2. Ujian akhir semester dari suatu matakuliah hanya dapat dilaksanakan bila materi perkuliahan matakuliah tersebut telah selesai dilaksanakan atau telah melaksanakan perkuliahan minimal 14  kali tatap muka.

 

Pasal 33

 

  1. Mahasiswa diperkenankan mengikuti ujian akhir semester untuk suatu matakuliah bila yang bersangkutan telah mengikuti perkuliahan minimal 75% dari jumlah kehadiran matakuliah tersebut.
  2. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini tanpa alasan yang sah, tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian akhir semester.
  3. Komponen nilai untuk mahasiswa sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini dinyatakan gagal dan mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan untuk mengikuti dan mengulang perkuliahan kembali.

 

Pasal 34

 

  1. Mahasiswa yang telah mengikuti kuliah minimal 75% akan tetapi tidak mengikuti ujian akhir semester yang terjadual karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh pembantu direktur bidang akademik, dapat mengikuti ujian susulan
  2. Ujian susulan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini selambat-lambatnya dilaksanakan dua minggu sesudah ujian akhir semester yang bersangkutan berakhir.

 

Pasal 35

 

  1. Naskah ujian disusun oleh dosen Penanggungjawab matakuliah, diserahkan kepada pembantu direktur bidang akademik atau panitia ujian paling lambat 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan ujian.
  2. Lama ujian untuk setiap matakuliah adalah 60 – 120 menit.

 

 

Pasal 36

Ujian Akhir Program

 

  1. Untuk dapat lulus dalam program studi Akademi Farmasi Prayoga setiap mahasiswa harus menempuh Ujian Akhir Program.
  2. Seorang mahasiswa diperkenankan ikut dalam Ujian Akhir Program dengan persyaratan sebagai berikut :
  3. Untuk kelancaran pelaksanaan UAP perlu dibentuk kepanitiaan.
  1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang bersangkutan
  2. Telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku
  3. Telah menyelesaikan seluruh tugas dan lulus ujian matakuliah yang dipersyaratkan dalam kurikulum pendidikan akademi.
  4. Tidak mempunyai nilai E
  5. Nilai D tidak melebihi 1 matakuliah dan hanya boleh dari matakuliah selain MPK tetapi tidak dari mata kuliah yang mempunyai sks praktik
  6. Disetujui oleh pembimbing akademik dan telah menyelesaikan karya tulis ilmiah

 

 

Pasal 37

Tim penguji

 

  1. Tim penguji ujian akhir program :
  2. Tim penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  3. Tim penguji bertugas menguji dan memberikan penilaian.
  4. Kriteria penilaian diatur tersendiri oleh akademi.
  1. Tim penguji ditetapkan oleh direktur.
  2. Susunan tim penguji terdiri dari seorang dosen pembimbing merangkap penguji, dan 2 orang dosen penguji lain.
  1. Serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional asisten ahli.
  2. Penentuan tim penguji di luar persyaratan di atas ditentukan oleh direktur.
  3. Anggota penguji dapat terdiri dari pembimbing dan dosen lain yang ditunjuk.
  4. Penguji bukan pembimbing dapat diangkat dari dosen yang bidang ilmunya sesuai dengan tugas akhir mahasiswa oleh Direktur.

 

Pasal 38

 

  1. Penilaian dalam ujian akhir program meliputi :
  2. Nilai ujian akhir program akademi minimal B.
  1. Kualitas karya ilmiah yang meliputi bobot akademik dan tata cara penulisan
  2. Penampilan selama ujian
  3. Penguasaan materi yang ditunjukkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim penguji.
  4. Nilai seminar proposal
  5. Aspek lainnya sesuai dengan ketentuan akademi.

 

Pasal 39

Sidang Penilaian

  1. Penilaian ujian dapat dilaksanakan dengan menggunakan penilaian acuan norma (PAN) atau penilaian acuan patokan (PAP).
  2. Penilaian ujian seperti disebutkan pada ayat (1) pasal ini digunakan tergantung kepada proses belajar-mengajar, keadaan populasi nilai mahasiswa, dan jenis matakuliah.
  3. Penilaian yang menggunakan penilaian acuan norma (PAN) menggambarkan sebaran nilai dalam bentuk kurva normal.
  4. Penilaian yang menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) digunakan terutama untuk matakuliah yang menuntut penguasan yang akurat dan matang untuk mencapai kemahiran dalam aplikasi ilmu tersebut.
  5. Nilai D diberikan kepada mahasiswa yang kemampuannya diragukan dan memerlukan pemantapan belajar.
  6. Nilai E diberikan kepada mahasiswa yang betul-betul gagal dalam mengikuti pelajaran.
  7. Untuk matakuliah tertentu yang mempunyai beban sks praktikum yang sangat menentukan kompetensi lulusan, nilai minimum kelulusan adalah C.

 

Pasal 40

 

  1. Pembobotan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini ditentukan oleh dosen yang bersangkutan dengan mengacu kepada kisaran berikut ini.
    1. Nilai ujian akhir semester (UAS)        : 30 – 40%
    2. Nilai ujian tengah semester (UTS)      : 20 – 30%
    3. Kuis                                                     : 10 – 20%
    4. Nilai tugas akademik                          : 10 – 20%
    5. Absensi                                               : 10%
  2. Nilai akhir suatu matakuliah adalah gabungan seperti disebutkan pada pasal 29 ayat (3) dan pasal 40 ayat (1) setelah diberi pembobotan.

 

 

Pasal 41

 

  1. Nilai akhir suatu matakuliah dinyatakan dengan nilai angka yaitu 0 (nol) hingga 100 (seratus) dan dikonversikan menjadi huruf mutu yaitu A, B, C, D dan E.
  2. Huruf mutu dapat pula dinyatakan dengan angka mutu
  3. Hubungan antara rentang nilai, huruf mutu, dan angka mutu adalah sebagai berikut :

 

Rentang nilai Huruf mutu Angka mutu
81 – 100 A 4
66 – 80 B 3
56 – 65 C 2
41 – 55 D 1
0 – 40 E 0

 

Pasal 42

 

  1. Bila seorang mahasiswa tidak melengkapi seluruh komponen penilaian yang harus dipenuhi untuk suatu matakuliah, maka nilai matakuliahnya untuk semester tersebut dinyatakan belum lengkap (BL).
  2. Nilai BL sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini akan diganti dengan nilai E apabila mahasiswa tersebut tidak dapat melengkapi dalam jangka waktu maksimal satu bulan sesudah nilai diumumkan.
  3. Dalam menghitung indeks prestasi, matakuliah yang bernilai BL tidak diperhitungkan

 

Pasal 43

Evaluasi Keberhasilan Studi

 

  1. Penilaian terhadap hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik pendidikan yang bersangkutan.
  2. Evaluasi keberhasilan studi mahasiswa untuk jenjang pendidikan diploma III adalah :
  1. Evaluasi pertama apabila telah menempuh pendidikan minimal dua semester
  2. Evaluasi kedua apabila telah menempuh pendidikan minimal tiga semester
  3. Evaluasi ketiga apabila telah menempuh pendidikan minimal empat semester
  4. Evaluasi terakhir apabila telah terlewati lama masa studi maksimal untuk program studi jenjang pendidikan diploma III.

 

Pasal 44

Kriteria Lulusan

 

Seorang mahasiswa dinyatakan lulus program studi diploma III apabila telah memenuhi pasal 36 ayat (1) dan (2).

 

Pasal 45

Penyelesaian Akhir Program

 

  1. Yudisium adalah penentuan predikat lulusan yang diberikan kepada seorang mahasiswa berdasarkan indeks prestasi kumulatif yang bersangkutan.
  2. Predikat lulusan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini adalah sebagai berikut :
  1. Dengan pujian, apabila :

–  indeks prestasi kumulatif sekurang-kurangnya 3,51

–  tidak ada nilai C dan D

b.   Sangat memuaskan, apabila :

–  indeks prestasi kumulatif sekurang-kurangnya 2,76

–  tidak ada nilai D

c.               Memuaskan, bila indeks prestasi kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.

3.   Pada setiap wisuda dipilih lulusan terbaik.

4.   Lulusan terbaik diusulkan oleh pembantu direktur bidang akademik.

5.   Direktur menetapkan lulusan terbaik dan mengumumkan pada tiap hari wisuda.

6.   Lulusan terbaik dapat diberi surat penghargaan.

7.   Syarat lulusan terbaik adalah :

a.   Predikat lulus paling rendah “sangat memuaskan”.

b.   Masa studi efektif n tahun (masa studi minimum) ditambah 1 (satu)  tahun

c.   Tidak pernah melanggar tata tertib dan peraturan yang berlaku.

d.   Memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh pimpinan baik bersifat   akademik maupun non akademik.

 

Pasal 46

Semester Perbaikan

 

  1. Pada dasarnya ketentuan tentang sistem evaluasi ini juga berlaku untuk semester perbaikan (SP).
  2. SP dapat diadakan pada setiap akhir Semester Genap, berlaku untuk perbaikan dari Mata Kuliah yang belum lulus dan perbaikan nilai lulus yang dikehendaki mahasiswa
  3. Syarat dan ketentuan mengenai SP yang belum diatur dalam ketentuan ini akan diatur tersendiri.

 

BAB VII

SANKSI DAN PENGHARGAAN

 

Bagian Kesatu

SANKSI AKADEMIK

 

Pasal 47

 

  1. Sanksi akademik adalah sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang melanggar peraturan akademik.
  2. Sanksi dapat diberikan berupa peringatan pertama, peringatan kedua dan drop out.
  3. Sanksi akademik diberlakukan setelah mempunyai ketetapan melalui suatu keputusan Direktur.

 

Pasal 48

 

  1. Mahasiswa akan diberhentikan (drop out) dari akademi apabila melebihi batas studi yaitu 10 (sepuluh) semester efektif.
  2. Pemberhentian seorang mahasiswa seperti dimaksud ayat (1) pasal ini ditetapkan dengan surat keputusan direktur atas usul pembimbing akademik dan pembantu direktur bidang akademik.

 

Bagian Kedua

PENGHARGAAN AKADEMIK

Pasal 49

 

  1. Penghargaan akademik adalah penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan akademik yang ditetapkan.
  2. Penghargaan akademik diberikan setelah mendapatkan penilaian sesuai dengan prestasi akademik yang diperoleh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
  3. Penghargaan akademik sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini ditetapkan tersendiri dengan surat keputusan Direktur.

 

BAB VII

PENUTUP

Pasal 50

 

Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.

 

Pasal 51

  1. Dengan keluarnya surat keputusan ini, maka keputusan direktur No. 488.a/AFP.Pr-Ak/VIII/2013 Tanggal 28 Agustus 2013 tentang Peraturan Akademik Akademi Farmasi Prayoga, dinyatakan tidak berlaku lagi.
  2. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

 

 

Ditetapkan      : di Padang

Pada tanggal   : 1 September 2015

Akademi Farmasi Prayoga Padang

Direktur

 

 

 

Dra. Tuty Taslim, M.Farm, Apt